15 Januari 2015

Hai, sudah lama ya saya tidak bersuara di media blog hehe..
kali ini saya sedang tidak ingin menulis tentang fotografi, tapi lebih ingin cerita saja tentang pengalaman hidup hehe..

Ya saya akui memang dunia fotografi sudah hampir lama tidak saya tekuni. Karena dunia kerja perkantoran yang sedang saya jalani susah untuk bisa mencuri waktu untuk bisa main kamera lagi. Sedih sih, tapi tidak apa karena sekarang hp pun juga bisa jadi pengganti lepas kangen klo lagi liat moment bagus di jalan. hehe..

Pengalaman yang ingin saya ceriakan adalah tentang percintaan, hihihi namanya norak banget ya percintaan serasa masih anak ABG banget jadinya hahaha. Tapi entah mengapa selama berhari hari ini memang saya kepikiran untuk menulis pengalaman saya ini di blog. Entah karena bingung mau cerita sama siapa dan entah bagaimana mau mulai cerita, ya anggao saja menulis dairy ya hehe.

Oke, Jadi dulu saya suka sama cowok sejak awal pertama masuk kuliah. entah seperti di perfilman atau sinetron, Saat itu saya sedang berdiri dan dia lewat depan saya disana saya cuma bisa bilang "dia keren bangeeet". Sampai saat sudah selesai OSPEK saya terus mencoba mencari tau siapa dia, sampai akhirnya saya tau namanya. Sebut saja namanya Panda :p. Bisa tau namanya saja sudah seneng dan kebetulan dia kelasnya di sebelah kelas saya. Jadinya selama semester I saya sering liat dia. Saya juga tau kalau dia punya pacar saat itu, jadi ya saya hanya kagum biasa saja karena saya juga mempunyai pacar. Berlanjut sampai akhirnya saya tau kalau dia sudah putus & kebetulan pula saya juga sudah putus sama pacar saya.

Entah mengapa disaat itu saya makin tidak bisa mengendalikan diri untuk mengenal jauh tentang dia. sampai akhirnya banyak teman yang mendukung. Jujur saja saya hanya ingin tau lebih saja tapi entah berita itu sampai ke telinga teman teman banyak. Alhasil saya menjadi malu karena banyak yang menjelek jelekan saya. Malam itu saya berfikir untuk bisa mengutarakan kalau saya suka dan tidak berniat lebih untuk menembaknya atau bahkan memintanya untuk jadi pacar saya. Jujur saja itu membuat saya lebih baik. Respon dia saat itu adalah dia tidak suka balik pada saya.

4 tahun berlalu, jujur saya tidak bisa melupakan dia. Banyaknya lelaki yang datang kepada saya. Saya tolak semua karena saya masih tidak bisa membayangkan kalau saya mencintai lelaki yang tidak sepenuh hati.

Singkat cerita setelah saya cerita ke dia, saya pikir saya akan bisa biasa saja, tapi ternyata tidak rasa yang saya rasakan malah makin mendalam. Setelah itu dia lulus dan melanjutkan sekolah kembali. Disana saya bertekad bahwa saya juga harus bisa meneruskan kehidupan saya juga, dan hari itu saya hanya bisa mendokan yang terbaik untuknya dan untuk saya sendiri terutama.

Selama dia pergi, ada seorang lelaki sahabat kecil saya saat smp datang. Dulu dia seseorang yang pemalu, iseng, jahil, gendut, dan selalu meledek saya. Saat smp jujur saja saya selalu kesal padanya karena dia selalu jahil sekali pada saya. sampai guru wali kelas saya suka memilih kami berdua  untuk ikut lomba fashion show (busana daerah), karena kami suka bercanda dan iseng. Selain itu postur tubuh kami yang sama sama tinggi.

Dia seketika datang kepada saya, menyapa saya di chat facebook, Saya kaget dia menjadi anak yang lebih kalem, tinggi gagah, ganteng, dan menjadi pribadi yang lucu. Sebut saja namanya Tompeln ya itu nama ledekan saya padanya. Singkat cerita dia jujur kepada saya bahwa sejak smp lalu dia suka sama saya cuma dia tidak punya keberanian untuk mendekatiku. Sampai akhirnya dia meminta saya untuk menjadi calon istrinya. Entah yang saya pikirkan saat itu adalah siapkah saya, siapakah dia, apakah dia benar benar orang yang dikirim oleh Allah untukku dan hal yang paling berat adalah Panda, apakah saya bisa menjani cinta dengan teman smp ku dan bisa berhenti memikirkan Panda.

Singkat cerita saya menerimanya dan mencoba untuk mengenal pribadi masing masing. Sebulan berjalan yang saya pikirkan hanya Panda, Panda dan Panda. Padahal selama dia pergi dia tidak pernah kasih kabar kesaya, dan selalu saya yang menanyakan kabar. Padahal Tompel yang slalu ada untuk saya, sabar dengan saya, tidak pernah sekalipun dia marah pada saya. Saya yang slalu marah padanya. Dan jujur saja saat itu saya merasa jahat padanya karena slalu ribut masalah sepele hanya karena dia tidak sama dengan Panda. 

Dia slalu bertanya pada saya, saya kenapa suka marah, dia slalu mencoba menjadi apa yang saya mau. Dan akhirnya saya memilih untuk berpisah darinya, karena saya merasa bahwa saya hanya akan terus menyakitinya. Sebulan sebelum putus, dia slalu datang ke kantor saya pagi pagi membawakan bunga sebelum saya datang ke kantor. 

Betapa kagetnya saya, hari itu tidak ada bunga yang datang ke kantor saya, dan saya terima kabar jam 10 pagi tanggal 15 Januari 2015, dari ibu saya bahwa dia meninggal dunia. Rasanya dunia ini mau runtuh, hati saya serasa tersambar petir, degub jantung yang tidak bisa berhenti, air mata mengeluar deras sekali. Setelah menerima kabar itu saya meminta izin pimpinan saya untuk pulang. Selama perjalanan pulang saya tidak bisa menyetir dengan benar. Hp yang terus berdering, air mata yang terus mengucur, teriakan yang tidak bisa berhenti.

Air mata saya tidak bisa berenti keluar saat menulis ini, hehe.. banyak orang bilang saya seperti cerita FTV tapi pernahkah anda berfikir klo cerita FTV itu nyata. Rasanya saya ingin bunuh diri saat itu, ikut pergi denganya. Rasa bersalah yang saya rasakan kepadanya membuat saya sangat sangat menyesal. 

Singkat cerita saya datang kerumahnya dan melihat tubuhnya terbujur kaku, sungguh rasa sedih, air mata dan terikan dari saya benar benar tidak bisa tertahan. Bodohnya saya yang meninggalkan orang yang sayang pada saya. Padahal satu sisi, saya menyukai orang yang tidak sayang pada saya. Sungguh amat amat menyesal. Hikmah disana yang bisa saya petik banyak sekali salah satunya adalah hargailah setiap waktu kebersamaan bersama orang yang mencintai kita, hargailah mereka dan jangan menunutut apa yang kita mau yang belum tentu terbaik untuk kita. Contohnya seperti saya ke Panda, saking terlalu sayangnya padanya membuat saya buta akan adanya orang yang sayang dengan saya.

Sampai saya dengar cerita dari keluarga dan kerabat dekatnya bahwa dia sudah sakit itu cukup lama. Hanya saja dia tidak ingin memberitahukan pada siapapun. Jujur sampai saat ini saya masih merasa menyesal dan beharap dia datang ke mimpi saya. Cuma sampai detik ini dia blum datang juga. Saya hanya bisa mengirimkan ia doa.

Waktu terus berlalu, tak lama ada seseorang lelaki yang sampai saat ini menjadi pacar saya. Saya mencoba menghargainya dan menyayanginya sama seperti ia menyayangi saya. Saya ga mau kesalahan saya terulang lagi. Saat ini saya menjalani apa yang sudah di depan mata tanpa memikirkan bayangan panda lagi. menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangan. walaupun pertengkaran datang tapi saya slalu mencoba menjadi yang terbaik untuk kita berdua. :)

Semoga kalian bisa mengambil hikmah yang saya tuliskan ini. Terima kasih sudah bersedia membaca curhatan saya ini hehe..

:)



Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Lensaku

Teknik : membuat soft light pada foto

Trip to Malang